Manfaat Daun Sirih Atasi Ejakulasi Dini

Manfaat daun sirih yang paling utama adalah merupakan antiseptik alami, selain itu mampu mengatasi bau mulut, sariawan, mimisan, bau badan, gatal-gatal dan koreng, serta mengobati keputihan pada wanita. Menariknya daun sirih ternyata sangat manjur khasiat untuk urusan seks, diantaranya menjadikan vagina semakin peret dan menjaga kesehatan vagina dan sebagai ramuan Foredi Gel, cara mengatasi ejakulasi dini paling populer yang direkomendasikan oleh Boyke Dian Nugraha.
.
manfaat daun sirih mengatasi ejakulasi dini

Manfaat Daun Sirih Sebagai Bahan Utama Foredi Gel Anti Ejakulasi Dini

Foredi Gel mengandung daun sirih 5 mg untuk setiap 1 sachet Foredi Gel.
Daun sirih yang mengandung zat antiseptik Fenol, dalam sifat antiseptiknya lima kali lebih efektif dibandingkan dengan fenol biasa. Karenanya, ramuan Foredi Gel mengandung daun sirih yang sanggup membunuh kuman yang ada disekitar penis, sehingga penis menjadi lebih sehat dan bersih. Kebersihan penis ini juga akan berakibat baik terhadap vagina istri Anda. Selain itu, daun sirih mengandung eugenol yang mampu mencegah ejakulasi dini, jadi lengkap sudah manfaat daun sirih ini, antiseptik plus anti ejakulasi dini. Memang TOP dan tepat apabila Foredi Gel mengandung 5 mg daun sirih.
Dalam farmakologi Cina, sirih dikenal sebagai tanaman yang memiliki sifat hangat dan pedas. Secara tradisional mereka menggunakan daun sirih untuk meluruhkan kentut, menghentikan batuk, mengurangi peradangan, dan menghilangkan gatal. Pada pengobatan tradisional India, daun sirih dikenal sebagai zat aromatik yang menghangatkan, bersifat antiseptik, dan bahkan meningkatkan gairah seks.

Selain itu, dengan sifat antiseptiknya, sirih sering digunakan untuk menyembuhkan luka pada kaki karena mengandung styptic untuk menahan pendarahan dan vulnerary, yang menyembuhkan luka pada kulit (menyembuhkan kulit atau kaki). Juga bisa dikunyah untuk memperbaiki suara penyanyi. Dari hasil penelitian sebagaimana dikutip
oleh buku tanaman obat terbitan Kebun Tanaman Obat Karyasari diungkapkan bahwa sirih juga mengandung arecoline di seluruh bagian tanaman. Zat ini bermanfaat untuk merangsang saraf pusat dan daya pikir, meningkatkan gerakan peristaltik, dan meredakan dengkuran. Daunnya mengandung eugenol yang mampu mencegah ejakulasi dini, membasmi jamur Candida albicans, dan bersifat analgesik (meredakan rasa nyeri).

Daunnya juga kandungan tannin yang bermanfaat mengurangi sekresi cairan pada vagina, melindungi fungsi hati, dan mencegah diare. Daun sirih dapat juga digunakan untuk obat keputihan yang khasiat penyembuhannya pernah diuji secara klinis. Ini diungkapkan oleh Amir Syarif dari Bagian Farmakologi Universitas Indonesia. Ia mengatakan bahwa daun sirih punya khasiat yang lebih bermakna dibandingkan dengan plasebo. Pengujian melibatkan 40 pasien penderita keputihan yang tidak sedang hamil, menderita diabetes melitus, ataupun penyakit hati, dan ginjal. Dua puluh di antaranya mendapatkan daun sirih, sedang sisanya diberi plasebo. Baik daun sirih maupun plasebo itu diberikan pada vagina sebelum pasien tidur selama tujuh hari.

Dari 40 pasien tersebut, 22 orang mendapat pemeriksaan ulang, masing- masing 11 mendapat plasebo dan daun sirih. Hasil pengujian ini membuktikan sekitar 90,9 persen pasien yang mendapat daun sirih dinyatakan sembuh, sedangkan pada kelompok yang diberi plasebo hanya 54,5 persen saja. . Sementara itu, di India ada laporan penelitian yang mengatakan daun sirih mempengaruhi kesuburan pria, seperti dilaporkan oleh Indian Journal of Pharmacology.Efek daun sirih terhadap kesuburan laki-laki ini diujikan pada tikus.

Diduga, pemberian ekstrak daun sirih yang mengandung alkohol secara oral pada tikus punya efek antikesuburan. Menurut laporan tersebut pemberian dosis ekstrak yang meningkat menyebabkan terjadinya penurunan jumlah sperma pada tikus. Di India, penelitian tentang daun sirih ini tidak hanya untuk kesuburan pria saja. Di sana, daun ini sudah diteliti untuk mengobati penyakit asma, bronkitis, rematik, lepra,
dan sakit gigi, bahkan juga untuk disfungsi ereksi. Sayangnya, belum banyak penelitian sejenis di Indonesia.